Alasan Mengapa Persentase Baterai Drone DJI Berkurang Ketika Lama Tidak Di Pakai

Satu minggu yang lalu saya men cas baterai DJI FPV Combo buat persiapan nge drone di suatu tempat hingga persentase baterai terisi penuh, saya memiliki sekitar 7 baterai drone DJI FPV dan ketika waktunya untuk ambil gambar ketika saya hidupkan baterainya berkurang 1 sampai 2 bar (ada 4 bar indikator persentase baterai) saya bingung "kemarin bukannya udah saya cas hingga 100% baterainnya kok tiba-tiba berkurang?!!" ternya setelah tanya sana sini di forum-forum dapet juga alasannya.

Alasannya adalah karena baterai DJI FPV menggunakan baterai jenis Lithium Polimer, ada dua jenis baterai Lithium yang umumnya di jual di pasar yaitu Li Ion dan Li Po (Polimer) keduannya memiliki kelebihan dan kekurangganya masing-masing, selain itu juga ada alasan mengapa DJI menggunakan baterai Li Po untuk produk drone nya. 

Lithium merupakan salah satu logam teringan, pembeda utama antara Li Ion dengan Li Pol (Lithium Polimer) adalah metode pembuatan yang menghasilkan cara kerja dalam menghasilkan energi listrik oleh Lithium dan ini juga menghasilkan keuntungan dan kekurangan pada model baterai Lithium. Berikut perbandingan betrai jenis Li Ion dan Li Po :

Kelebihan Li Pol dibandingkan Li Ion :
  • Li Po memiliki output power yang besar dibanding Li Ion, sehingga beterai jenis ini yang paling cocok untuk drone karena mampu mentransfer listrik dalam jumlah besar ke dinamo untuk memutar baling-baling.
  • Baterai Li Pol lebih mudah untuk dibentuk karena Lithium berbentuk gel sehingga tidak ada standarisasi sel litihium polimer. Sedangkan Li Ion memiliki keterbatasan bentuk konstruksi baterainya yang harus berbentuk kotak.
  • Walaupun sama-sama dapat kehilangan simpan daya, Li Pol relatif mengalami kehilangan kemampuan menyimpan daya lebih sedikit dibandingkan Li Ion. Sebagai gambaran, Li Ion yang disimpan 1 tahun sekalipun tidak digunakan sama sekali akan mengalami penurunan performa yang signifikan. Penyimpanan dalam suhu yang dingin 15 derajat Celcius bisa memperlambat penurunan daya baterai, Tips sebelum menyimpan baterai dalam waktu yang lama disarankan untuk di charge sampai kapasitas 40%.
  • Bobot Li Pol lebih ringan dari Li Ion karena menggunakan elektroda jelly yang tidak membutuhkan pembatas metal, karena itu Li Pol digunakan oleh mayoritas penggemar aero modelling.
Kelemahan Li Pol dibandingkan Li Ion :
  • Biaya produksi lebih mahal dibandingkan Li Ion.
  • Memiliki densitas energi lebih rendah atau dengan kata lain rasio harga per energi (cost to energy ratio) lebih tinggi dari Li Ion.
  • Membutuhkan charger khusus yang mampu menyalurkan daya yang sama besarnya kepada seluruh sel. Hal ini meningkatkan biaya charger untuk Li Pol dibandingkan dengan Li Ion.
  • Li Pol bisa meledak jika disimpan dalam keadaan full charge, sebaiknya simpan ketika baterai memiliki kapasitan 70%.
Karena baterai Li Pol cukup berbahaya jika disimpan dalam keadaan penuh maka dari itu DJI menanamkan chip untuk mengurangi persentase baterai, oleh karena itu baterai DJI di sebut sebagai Smart Intelegent Flight Battery yang memiliki kmampuan cerdas kapan baterai harus dikuras supaya tidak berpotensi meledak ketika diterbangkan dengan drone.

Posting Komentar